DEMAK – Tradisi halal bi halal dengan lurah dan perangkat desa kembali diadakan Pemkab Demak, setelah beberapa waktu vakum karena pandemic, halal bi halal kali ini diadakan di pendopo kabupaten Demak (18/4). Dalam kesempatan itu Bupati Demak Eistianah mengatakan bahwa ini adalah tradisi lama yang harus kita lestarikan.
“Dimana kemarin memang tidak ada karena pembatasan saat covid, sehingga kita hidupkan kembali agar tercipta rasa kekeluargaan dan merekatkan antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten,” jelasnya.
“Masih dalam suasana hari raya idul fitri, kami segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Demak mengucapkan minal ‘aidzin wal fa’idzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Idul Fitri tahun ini, kita semua senantiasa dilimpahi kesehatan, keselamatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” imbuh Bupati didampingi Sekda Akhmad Sugiharto.
Dalam kesempatan itu Bupati mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi dan dukungan yang telah diberikan kepada Pemkab Demak, terkait kesuksesan dalam penyelenggaraan Pemilu serentak pada 14 Februari yang lalu. Kemudian penanganan bencana banjir yang melanda di wilayah Kabupaten Demak.
“Alhamdulillah berkat gotong royong dan kesigapan dari saudara-saudara semua, bencana banjir dapat ditangani secara massif serta pemilu dapat berjalan lancar,” imbuhnya.
“Terakhir terkait percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim, kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa yang telah memberikan prioritas anggaran dana desa untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim. Alhamdulillah berkat berbagai kegiatan yang langsung bermanfaat bagi keluarga penerima manfaat, stunting dan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Demak dapat turun secara signifikan,” pungkasnya. (*)









