“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemkab Demak, khususnya pembangunan gedung baru Kecamatan Karangawen. Forum ini adalah wujud kepedulian kita bersama dalam menjaga ketenteraman wilayah,” kata Ali Mahbub.
Ia menyoroti sejumlah permasalahan yang perlu diantisipasi bersama, mulai dari tawuran remaja, kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian, hingga potensi kenakalan selama masa libur sekolah. Camat juga meminta dukungan para tokoh agama untuk membina generasi muda secara berkelanjutan.
Sekda Demak Akhmad Sugiharto menyebut kegiatan ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, kenakalan remaja, penyalahgunaan media sosial, serta peredaran minuman keras di kalangan muda seperti “es moni” harus menjadi perhatian bersama.
“Angka HIV/AIDS di Demak sudah mencapai sekitar 500 kasus. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk meningkatkan edukasi, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pondok pesantren,” tegas Sekda.
Ia juga mengimbau agar pondok pesantren membuka ruang kerja sama dengan sekolah formal, agar santri tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga pendidikan umum yang menunjang masa depan.
Sekda mengajak semua pihak untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama. “Mari jadikan peran panjenengan semua sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan masyarakat Karangawen,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Sekda berharap kegiatan ini ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan. Pemkab Demak berkomitmen terus mendorong pelayanan publik yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat. (*)









