SEMARANG – Tidak mudah bagi seorang perempuan untuk bisa menempati posisi strategis di ruang publik. Terlebih di tengah budaya patriarki yang masih mengakar kuat di masyarakat. Membuat ruang gerak perempuan terbatas seolah hanya dalam ranah domestik saja.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengatakan bahwa pola pikir seperti ini haruslah diubah. Perempuan harus diberikan ruang lebih untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Perempuan juga mampu menjadi sosok penting yang berperan di masyarakat.
Maka dari itu Heri memandang perlunya penguatan peran dan keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Perempuan harus terus diberdayakan supaya dapat membantu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Peran perempuan perlu dikuatkan lagi, karena sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki berpotensi besar dalam pembangunan daerah,” katanya dalam sosialisasi Non Perda “Perempuan Indonesia Berdaya dan Berkarya” yang digelar di Omah Joglo Gunungpati Semarang, Minggu (16/10/2022).
Dalam sosialisasi ini Heri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan suatu daerah salah satu faktornya disebabkan oleh peran perempuan di dalamnya. Pasalnya perempuan ikut terlibat dalam segala lini kehidupan. Dalam sektor manapun, perempuan pasti ada di dalamnya.
“Dalam pendidikan, sektor perekonomian, bidang kesehatan, di dunia politik, semua pasti ada unsur perempuannya. Jadi perempuan perlu didorong terus untuk bisa berkontribusi di masayarakat. Biarkan perempuan berjuang di jalan yang dipilihnya,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.
Selain itu, Heri mendorong kepada para perempuan di Jawa Tengah untuk bisa lebih aktif lagi di ruang publik. Ia menekankan bahwa perempuan punya hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Keterlibatan perempuan sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan daerah.
“Pemberdayaan harus terus ditingkatkan, dibekali dengan berbagai keterampilan supaya bisa mandiri. Memang semua berawal dari bagaimana perencanaanya, pengelolaannya, dan pengawasannya. Sehingga hasil yang didapatkan pun bisa terlihat nyata,” ungkap Heri.
Sementara itu, Kartika Putri, salah satu aktivis perempuan di Jawa Tengah sepakat dengan pemaparan Heri Pudyatmoko dalam Sosialisasi Non Perda ini. Ke depan, ia berkomitmen mengajak perempuan lainnya untuk bisa lebih aktif dan terlibat di masyarakat.
“Memang yang pertama dibutuhkan sebuah kesadaran tentang bagaimana posisi kita sebagai bagian dari masyarakat. Setelah itu baru kita bergerak sesuai dengan bidang yang kita geluti. Yang terpenting harus berani mengambil peran, jangan hanya ngikut arus,” kata Kartika.
Setelah mengikuti kegiatan ini, Risti Damayanti, salah satu warga Kecamatan Gunungpati Semarang mengaku lebih terbuka wawasannya. Awalnya dirinya ragu dan belum bisa memutuskan untuk aktif dalam kegiatan di lingkungannya.
“Ini mungkin menjadi pemantik sih supaya ke depannya saya bisa aktif di masyarakat, terutama mungkin lingkungan sekitar ya. Karena memang sebenarnya banyak kegiatan seperti di PKK, UMKM, pencegahan stunting, dan lain-lain,” ungkapnya. (anf/sgt)









