Foto : H. Basirin ( ist)
SALATIGA– Anggota DPRD dari Fraksi PKB Kota Salatiga H. Basirin optimis menyambut pemilu legislative ( Pileg ) 2024 mendatang.
Menurutnya, modal sosial kemasyarakatan sangat efektif dalam mendulang suara.
“ Saya dahulu pernah jadi kepala desa di Blotongan, Salatiga, sehingga sering berinteraksi dengan masyarakat di lingkungannya, sering bersilaturahmi dengan warga, jadi sudah hafal betul dengan saya. Untuk politik uang bukan jaminan,” kata Basirin.
Menurutnya warga itu pinter ( pandai) karena bisa niteni ( menilai) trackrecord dari figure Dewan, mana yang aspiratif dan dekat dengan masyarakat. “ Masyarakat juga melihat dan menilai profil dari masing-masing caleg,” kata Wakil Bendahara DPC PKB Salatiga.
Dikatakan pria ramah dan supel ini, selain pernah menjadi lurah yang merupakan pengalamannnya, Basirin juga ikut dalam organasasi social kemasyarakat di lingkungan kelurahannya, seperti LPMK ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan). “ Dari pengalaman-pengalaman itu, warga akhirnya merasa percaya dan cocok dengan saya,” kata caleg PKB dapil Sidorejo ini.
Bukan bermaksud untuk takabur, Basirin bahkan memiliki kader-kader di lingkungan sekitar ia tinggal yang begitu solid, hal ini dibuktikan banyak suara di lingkungannya. “ Itu tergantung calegnya, kalau calegnya dikenal baik di masyarakat, sosialnya tinggi, maka akan lebih mudah, ini sebagai modal,” katanya.
Dari pengamatan Basirin, para anggota DPRD Salatiga yang terpilih ( mengacu Pileg 2019 lalu), caleg-caleg yang jadi atau mendapat kursi di DPRD Salatiga adalah caleg yang tinggalnya di pedesaan atau pinggiran, itu artinya semua caleg yang jadi itu pasti didukung oleh lingkungan, karena di perkotaan itu tidak maksimal, masyarakat sangat heterogen.
Dikatakan Basirin, mengahadapi Pileg 2024 mendatang, DPC PKB Salatiga menargetkan lebih baik dari perolehan kursi di tahun 2019 lalu yaitu 4 kursi.” Targetnya lebih baik dari perolehan Pileg 2019 lalu, 4 kursi lebih,” pungkasnya.(ril)









