DEMAK – Meski sempat diwarnai hujan deras, simulasi pemilihan umum yang digagas KPU Demak berjalan lancar kemarin. Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati, mengatakan simulasi kali ini mengambil sampel di Desa Kuncir TPS 2 dengan jumlah pemilih 172. Simulasi ini sendiri merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya dilakukan di Desa Timbulsloko Sayung.
“Pada simulasi kedua ini ada perbedaan, kalau di Desa Timbulsloko kami mengambil peserta dari masyarakat secara riil, kalau di sini kami menggunakan dari teman-teman PPK juga teman-teman PPS sebagai petugas dan juga sebagai pemilih. Untuk Linmas-nya kami ambil dari Linmas asli dari Desa Mijen,” ujar Siti kepada wartawan.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Ketua KPU bahwa simulasi ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem atau bencana alam yang dapat mengganggu jalannya pemungutan dan penghitungan suara, di mana pada saat simulasi sempat terjadi hujan deras.
“Hujan deras kali ini merupakan salah satu kemungkinan pada saat Hari H, kami juga sudah menyiapkan antisipasi, seperti tempat berteduh, tentunya dengan aturan yang ada. Boleh semisal di dalam rumah, pintunya atau jendelanya harus dibuka dan penerangannya juga harus cukup. Hal itu untuk meminimalisir jika terjadi hujan lebat dan angin kencang,” jelas Siti.
Selain itu pihaknya juga sudah melakukan pemetaan ulang pemutakhiran kembali terkait TPS yang rawan rob dan banjir. Rawan rob ada 41. Rawan banjir ada 31. Jadi ada 72 (TPS-red) yang kemungkinan rawan rob dan banjir.
Data itu menurut Ulfa sudah diserahkan ke pihak Polres maupun BPBD Demak sebagai langkah mitigasi. Salah satunya dengan melakukan langkah alternatif memindahkan TPS yang memiliki potensi kerawanan tinggi misalnya Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, Wedung.
Simulasi ini diharapkan Ulfa dapat meningkatkan kualitas dan integritas Pemilu 2024. Selain itu ia menghimbau agar masyarakat datang dan menggunakan hak pilih.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan sesuai dengan hati nurani,” pungkasnya. (*)









