SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam mengawasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menekankan bahwa penilaian kinerja Pemkot tidak hanya didasarkan pada capaian indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), namun juga melalui survei kepuasan masyarakat yang objektif.
Suharsono menjelaskan, “DPRD Kota Semarang menilai kinerja pemerintah berdasarkan capaian indikator kinerja utama dalam RPJMD yang dievaluasi setiap tahun melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota. Penilaian juga didasarkan pada survei kepuasan masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik dan Peraturan Menteri PAN RB.”
Hal ini menunjukkan fokus pada pengukuran kinerja yang komprehensif. Lebih lanjut, Suharsono menyoroti efisiensi anggaran di Kota Semarang yang dinilai tidak signifikan memengaruhi pelayanan publik, mengingat jumlahnya relatif kecil dibandingkan total anggaran.
Ia juga menegaskan pentingnya standarisasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjamin kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan bagi masyarakat.
“Standarisasi dan SOP yang jelas di semua OPD itu sangat penting untuk memudahkan, mempercepat, dan memberikan kepastian layanan,” tegas Suharsono.
Dalam konteks pelayanan publik, Suharsono memberikan contoh pelayanan transportasi publik seperti Trans Semarang yang diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat.
Ia juga menyoroti pengelolaan parkir di Semarang yang masih menjadi perhatian untuk ketertiban lalu lintas, keamanan, dan peningkatan pendapatan daerah, meskipun parkir elektronik belum diterapkan secara menyeluruh.
Mengakhiri pernyataannya, Suharsono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam pembangunan Kota Semarang. Ia menegaskan,
“Pemimpin, baik di DPRD, Walikota, maupun OPD, harus fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan dilayani.” Harapannya, Semarang dapat dicintai oleh warganya dan menjadi kebanggaan bersama. (sgt)









