DEMAK – Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, menekankan pentingnya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam pengajian selapanan dan khotmil Qur’an Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bonang, Selasa (21/1).
Di hadapan ribuan jamaah, Zayinul Fata menyampaikan bahwa tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an secara berjamaah memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar ritual ibadah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media pembentukan karakter, baik dalam kehidupan keluarga maupun sosial.
“Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi harus menjadi landasan dalam bersikap dan berperilaku. Dari kegiatan berjamaah seperti ini, lahir nilai kesabaran, kebersamaan, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menilai, kebiasaan membaca Al-Qur’an bersama mengajarkan umat untuk saling menghargai, menjaga kekompakan, serta menumbuhkan empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masyarakat.
“Berjamaah mengajarkan kita untuk menyesuaikan diri dan saling menguatkan. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan lingkungan yang rukun,” katanya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga memberikan apresiasi kepada Muslimat NU yang dinilainya memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus menciptakan keteduhan sosial di tingkat akar rumput.
“Muslimat NU memiliki kontribusi besar dalam pendidikan karakter di keluarga. Dari peran ibu-ibu inilah tumbuh generasi yang berakhlak, beriman, dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.
Zayinul Fata berharap kegiatan pengajian selapanan dan khotmil Qur’an terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat persatuan umat dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di Kabupaten Demak.
“Jika nilai Al-Qur’an terus hidup di tengah masyarakat, maka persatuan dan kedamaian akan senantiasa terjaga,” pungkasnya.









