DEMAK – Di bulan Ramadhan ini, PT BPR BKK Jateng melakukan silaturahmi ke Masjid Agung Demak (4/4), kunjungan kali ini selain melakukan silaturahmi juga membagikan takjil kepada jamaah yang ada di masjid agung Demak.
Hadir dalam kegiatan ini Dirut BPR BKK Jateng Koesnanto, SH, M. Kn, Dir Pemasaran Sarwini Suprihati, SE, dan Dir Operasional Drajat Adhitya Waldi, SE, MM, dan juga Kepala Cabang BKK Jateng Demak Rusyadi Yogo Kusumo. Rombongan sendiri ditemui oleh langsung oleh KH DR A Arief Cholil SH MA dan takmir masjid Agung Demak dan Ketua Takmir Masjid Agung Demak Abdullah Syifak.
Dalam kesempatan itu Dirut BPR BKK Jateng Koesnanto, SH, M. Kn menjelaskan kepada wartawan bahwa BKK punya program, yakni mengundang takmir masjid se Jawa Tengah untuk bisa ber tholabul ilmi atau menuntut ilmu kepada takmir masjid Agung Demak.
“Hal ini disebabkan pengelolaan manajemen di masjid agung Demak luar biasa, dan inilah yang menjadi dasar ide kami untuk berkunjung kesini,” ujarnya.
“Kami juga mengajak teman-teman untuk bersilaturahmi ke para kyai dan al mukarom dengan harapan ada wejangan atau tausiah sebagai bekal. Karena BKK jateng ini membangun perusahaan berbasis agama, karena perusahaan yang dibangun dengan basis agama ini Insyaallah akan menjadi perusahaan yang manfaat, karena hidup yang baik itu adalah hidup yang manfaat,” jelasnya kemudian.
Selain itu mereka juga berbagai dengan masyarakat di sekitar masjid agung dengan membagikan takjil untuk berbuka puasa.
Dijelaskan pula bahwa BKK Jateng ingin membangun ekonomi berbasis masjid, karena masjid itu bisa menjadi pusat Pendidikan pusat perdagangan karena kanjeng nabi sendiri adalah pedagang.
“Kami sebagai umat Muslim bisa mengambil pelajaran yang luar biasa dari nabi sebagaimana BKK Jateng yang juga membangun ekonomi masyarakat. Jika ini berhasil maka masjid bisa menjadi penyokong ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Sementara itu KH DR A Arief Cholil SH MA dalam kultumnya menceritakan tentang kisah para nabi sejak jaman nabi adam hingga nabi terakhir yang tentunya bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk kembali pada al quran dan sunnah nabi.
“Islam memberikan pelajaran kepada kita, dan kisah nabi menjadi tauladan bagi kita,” ujarnya. (*)









