DEMAK – Ketua DPC PKB Kabupaten Demak, Zayinul Fata mengajak seluruh elemen pondok pesantren untuk bersama-sama menjaga marwah dan ekosistem pesantren agar tetap menjadi benteng moral umat di tengah tantangan era digital dan maraknya kasus kekerasan terhadap anak.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Deklarasi Forum Pesantren Ramah Anak di Ponpes PP Miftahul Ulum Jogoloyo, Jumat (15/5).
Dalam sambutannya, Zayinul Fata mengaku prihatin dengan berbagai kasus yang menyeret nama pesantren dan menimbulkan stigma negatif di masyarakat. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan introspeksi bersama seluruh kalangan pesantren.
“Kalau kita tidak melakukan langkah-langkah pencegahan, maka setiap saat bisa terjadi lagi. Karena itu pesantren harus tetap menjadi benteng moral terakhir umat,” ujarnya.
Ia menegaskan, deklarasi Forum Pesantren Ramah Anak menjadi langkah nyata untuk membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun penyimpangan.
Menurutnya, ulama dan pengasuh pesantren tidak hanya memiliki fungsi keilmuan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga norma dan sistem pendidikan di lingkungan pesantren.
“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai Ketua DPC PKB, tetapi lahir sebagai seorang santri yang sangat prihatin dengan kondisi seperti ini,” katanya.
Zayinul juga mengajak seluruh pengasuh pondok pesantren untuk melakukan evaluasi dan pengawasan internal agar tidak ada lagi kasus yang mencoreng nama baik pesantren.
“Mari kita muhasabah bersama, saling mengingatkan dan saling mengoreksi. Jangan sampai ada korban lagi. Cukup dan jangan terulang kembali,” tegasnya.
Ia berharap deklarasi tersebut dapat menjadi gerakan bersama yang diikuti pesantren lain di Kabupaten Demak maupun daerah lainnya.
“Kita harus menjaga pesantren kita masing-masing dari perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan. Karena pesantren adalah warisan besar yang selama ini melahirkan kekuatan moral bangsa,” pungkasnya.(*)







