DEMAK – Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio di Kabupaten Demak. Menurutnya dua tetes vaksin polio sangat penting untuk diberikan kepada anak usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari, agar tidak terkena penyakit berbahaya seperti kelumpuhan seumur hidup hingga kematian. Demikian ditegaskan Bupati Demak Eistianah saat membuka Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio di Desa Getas Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak.
Menurutnya Puskesmas sangat membantu terutama dalam penanganan kasus stunting atau kurang gizi.
“Alhamdulillah untuk penanganan stunting, tahun 2022 Kabupaten Demak mendapat peringkat dua tingkat Jawa Tengah, semoga capaian ini bisa memotivasi peningkatan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.
Ditambahkan oleh Bupati, bahwa untuk program unggulan yang tengah gencar diberikan adalah memberikan BPJS kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya Program JKN sebagai bentuk perlindungan diri sendiri maupun keluarga (Protection), kepedulian terhadap sesama (Care) dan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah (Compliance).
“Terus edukasi dan ajak masyarakat untuk bergabung dengan program JKN sebagai program strategis yang menganut sistem gotong royong. Berikan pemahaman tentang pentingnya program JKN, sebagai bentuk perlindungan diri sendiri maupun keluarga (Protection), kepedulian terhadap sesama (Care) dan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah (Compliance). Terus edukasi dan ajak masyarakat untuk bergabung dengan program JKN sebagai program strategis yang menganut sistem gotong royong,” terang Bupati.
Sementara itu Kepala Puskesmas Wonosalam I, dr. Munarto Ali Cabana mengatakan untuk sasaran Sub Pin Polio I adalah 5661 anak, dengan capaian tahap pertama sebesar 99,9% dan capaian tahap kedua sebesar 70%
Untuk pelaksanaan sub pin polio di wilayah Puskesmas Wonosalam I akan dilaksanakan di 11 desa terdiri dari 57 posyandu, 26 SD/MI, 18 TK dan 17 PAUD
“Alhamdulillah tidak ada kasus KIPI dan tidak ada penolakan dari orang tua, dengan SDM yang terlibat terdiri dari dokter, perawat, bidan, petugas gizi, promoter, petugas farmasi 29 orang. Dan di wilayah Puskesmas Wonosalam di tahun 2023, alhamdulillah bebas AKI dan AKB,” pungkasnya. (*)









