• Tentang Kami
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Media Saiber
  • Disclaimer
Senin, Februari 9, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Jateng Update
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • OLAH RAGA
  • POLITIK
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • OLAH RAGA
  • POLITIK
No Result
View All Result
Jateng Update
No Result
View All Result
Home DAERAH

Faktor Ekonomi, Picu Kasus KDRT

by Photo
Selasa, 06 Feb 2024
in DAERAH, edukasi
0
Faktor Ekonomi, Picu Kasus KDRT
Share on FacebookShare on Twitter

 

SEMARANG – Musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) perempuan dan anak di setiap kelurahan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang menekankan beberapa poin penting yang bisa menjadi program pemberdayaan perempuan dan anak pada 2025 mendatang.

Kepala DP3A Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program 2025 di bidang pemberdayaan perempuan dan anak.

Masih tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi dasar untuk menyusun program untuk 2025.

Dia menyebut, penyebab utama KDRT di ibu kota Jawa Tengah mayoritas karena kondisi ekonomi. Maka, perlu upaya atau program peningkatan kesejahteraan rumah tangga, diantaranya melalui pemberdayaan perempuan

“Ibu-ibu diharapkan punya ilmu kewirausahaan. Kakau bisa, usulan programnya di sisi ekonomi. Misalnya, program urban farming, fasilitasi UMKM, kemudahan kredit bagi pelaku usaha wanita,” papar Ulfi, Kamis (1/2/2024).

Menurutnya, program peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan perempuan sangat diperlukan untuk menjadikan apra ibu mandiri dan bisa membantu pendapatan keluarga.

“Segingga, akan terbentuk ketahanan keluarga dan menurunkan KDRT,” sambungnya.

Pada sisi perlindungan anak, Ulfi menyampaikan, program pendidikan pola asuh anak diperlukan. Pasalnya, pola asuh akan menentukan pembentukan karakter anak. Apalagi, era digital menuntut orang tua harus bisa memberikan arahan kepada anak.

Menurutnya, anak-anak generasi Z tidak boleh dilepas dari teknologi digital. Mereka harus bisa menguasai teknologi karena era kini bersaing dengan artificial intelegence (AI).

“Anak-anak harus dekat dengan digital. Jangan malah diputus. Dulu sempat pembinaan agar jauh dari gedget karena ada unsur negatifnya, tidak bisa. Kalau jauh dari smartphone, mereka tidak bisa memanfaatkan digital. Tinggal orang tua memberikan masukan kepada anak-anak supaya bijaksana,” paparnya.

Selain pola asuh, Ulfi menambahkan upaya berkaitan dengan penurunan angka pekerja anak dan angka perkawinan anak juga harus direncanakan dalam program perlindungan anak pada 2024.

“Musrenbang pemberdayaan perempuan dan anak sudah yang ketiga kali, ini tahun ketiga. Kami harap usulan masyarakat lebih mengarah kepada poin itu,” ucapnya. (sgt)

Tags: kota Semarangprovinsi Jawa TengahSemarangSemarang Hebat
ShareTweetShare
Photo

Photo

Next Post
Gerindra DIY Optimis Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Gerindra DIY Optimis Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pada Harlah Gerindra, Ketua DPC Gerindra Demak Maskuri Tekankan Konsolidasi Kader

Pada Harlah Gerindra, Ketua DPC Gerindra Demak Maskuri Tekankan Konsolidasi Kader

by Photo
Minggu, 08 Feb 2026
0

...

Peringati HUT ke-18, Gerindra Kota Semarang Santuni Anak Yatim Hingga Donor Darah

Peringati HUT ke-18, Gerindra Kota Semarang Santuni Anak Yatim Hingga Donor Darah

by Photo
Minggu, 08 Feb 2026
0

...

Jelang Bulan Ramadan, Mohammad Saleh Minta Operasi Pasar Digencarkan

Jelang Bulan Ramadan, Mohammad Saleh Minta Operasi Pasar Digencarkan

by Photo
Minggu, 08 Feb 2026
0

...

M Saleh Minta Pemulihan Pendidikan Pascabencana Harus Diutamakan

M Saleh Minta Pemulihan Pendidikan Pascabencana Harus Diutamakan

by Photo
Minggu, 08 Feb 2026
0

...

Wali kota Agustina Wilujeng Terapkan Meritokrasi Pertama di Jateng Demi Ciptakan Birokrasi Bersih

Wali kota Agustina Wilujeng Terapkan Meritokrasi Pertama di Jateng Demi Ciptakan Birokrasi Bersih

by Photo
Sabtu, 07 Feb 2026
0

...

Pemkot Hadirkan Wajah Baru Dugderan 2026 yang Lebih Kolosal dan Inklusif

Pemkot Hadirkan Wajah Baru Dugderan 2026 yang Lebih Kolosal dan Inklusif

by Photo
Sabtu, 07 Feb 2026
0

...

Tidak Usah Khawatir PBI Dinonaktifkan, Walikota Pastikan Warga Tetap Terkover UHC Kota Semarang

Tidak Usah Khawatir PBI Dinonaktifkan, Walikota Pastikan Warga Tetap Terkover UHC Kota Semarang

by Photo
Sabtu, 07 Feb 2026
0

...

  • Tentang Kami
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Media Saiber
  • Disclaimer

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • OLAH RAGA
  • POLITIK

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In