DILANTIK : Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto saat dilantik menjadi Ketua Dekopinda Kota Semarang.
JATENGUPDATE.NET SEMARANG – Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Semarang resmi dikukuhkan sekaligus menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Santika Semarang, Rabu (20/5/2026). Dalam forum tersebut, Nunung Sriyanto secara resmi sah menakhodai Dekopinda Kota Semarang untuk masa bakti periode tahun 2026–2031.
Pascapengukuhan, kepengurusan baru langsung membidik target jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian penuh bagi seluruh elemen koperasi di Kota Semarang. Untuk mencapai target tersebut, Dekopinda kini mengintensifkan komunikasi strategis dengan lintas sektor mulai dari perbankan, lembaga pembiayaan negara, hingga para pengelola kawasan industri.
“Dengan pengukuhan ini, kami punya landasan hukum untuk bergerak memajukan Dekopinda Kota Semarang. Target program kerja kami, pada akhir masa kepemimpinan di tahun 2031 nanti koperasi-koperasi di sini sudah harus bisa mandiri secara total,” ujar Ketua Dekopinda Kota Semarang, Nunung usai pengukuhan.
Menurutnya, langkah awal pascapelantikan ini akan difokuskan pada penguatan konsolidasi internal serta audiensi strategis ke tingkat pusat bersama jaringan koperasi sekunder dan primer. Hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan Jateng Land Terboyo, Bank Mandiri, Bank Jateng, hingga Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB) akan dipertajam lewat komunikasi yang lebih intensif.
Dekopinda mencatat potensi pengembangan jaringan ekonomi di ibu kota Jawa Tengah saat ini sangat besar, mengingat jumlah koperasi yang aktif tercatat sudah menembus seribuan unit. Melalui penguatan kelembagaan ini, seluruh masukan dan persoalan permodalan yang dihadapi para peserta rakerda diharapkan dapat segera tereksekusi dengan baik.
“Kami akan lebih intens lagi berkonsultasi dan berkomunikasi supaya hal-hal yang tadi ditanyakan oleh semua peserta ini bisa kita laksanakan dengan baik. Rapat khusus akan segera digelar bersama koperasi primer dan sekunder yang sejauh ini perkembangannya sudah berjalan baik,” katanya.
Tak hanya itu, Dekopinda Kota Semarang juga menaruh fokus besar untuk mendorong akselerasi jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program bentukan pemerintah ini dioptimalkan fungsinya sebagai agregator ekonomi pedesaan untuk memperkuat ketahanan pangan, menekan inflasi harga pangan, dan memeratarakan ekonomi.
Nunung menyebut kehadiran KDKMP di tingkat tapak menjadi angin segar sekaligus momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku UMKM di tiap kelurahan. Sistem ini dirancang kokoh untuk memotong rantai tengkulak dengan mewajibkan koperasi menyerap langsung komoditas pangan utama dari para petani setempat.
“Kami sangat optimis memajukan ekonomi kerakyatan dan mendukung penuh program swasembada pangan. Contohnya nanti kalau ada komoditas seperti beras atau jagung, itu harus dibeli dan diserap langsung oleh koperasi untuk kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nunung menambahkan bahwa perencanaan matang ini mendapatkan respons positif serta dukungan modal dari berbagai pihak, termasuk perbankan nasional, daerah, hingga para pelaku industri di kawasan hulu. Hal ini dinilai menjadi pembeda dari pola koperasi konvensional terdahulu yang sempat mandek di tengah jalan akibat keterbatasan akses pasar dan finansial.
Pihaknya berharap sinergitas lintas sektoral yang kuat ini dapat berjalan konsisten, sehingga fungsi koperasi sebagai sokoguru perekonomian mampu memberikan dampak kesejahteraan yang riil bagi masyarakat di tingkat bawah.
“Insyaallah ini akan langsung kami gerakkan karena perencanaannya sudah matang, bahkan dari Bank Mandiri, LPDB Koperasi, Bank Jateng, hingga pengusaha semua menyatakan siap mendukung pemenuhan kebutuhan koperasi masyarakat ini,” harapnya. (ida)









