JATENGUPDATE SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan pembangunan infrastruktur yang berkualitas menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Heri saat menjadi narasumber dalam FGD bertema “Penguatan Infrastruktur Berkelanjutan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Kabupaten Purworejo. Menurutnya, infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta menarik minat investasi.
Heri mengatakan, pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas karena memiliki efek berganda terhadap berbagai sektor. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, infrastruktur yang memadai juga akan memperkuat daya saing ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Infrastruktur bukan sekadar membangun jalan atau jembatan, tetapi menjadi fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, dan memperluas kesempatan kerja,” ujarnya.
Ia mengapresiasi komitmen Pemprov Jawa Tengah yang terus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya melalui peningkatan kualitas jalan. Pemprov menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi kembali mencapai 94 persen pada 2026 melalui berbagai program pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan jalan di sejumlah wilayah.
Menurut Heri, langkah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang merealokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi yang rusak patut diapresiasi. Kebijakan tersebut menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang layak.
“Kami mengapresiasi kebijakan percepatan perbaikan jalan yang dilakukan Pemprov. Infrastruktur yang mantap akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun dunia usaha,” katanya.
Ia menjelaskan, realokasi anggaran dilakukan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) sehingga pergeseran anggaran dapat dilaksanakan lebih cepat tanpa harus menunggu pembahasan APBD Perubahan pada September. Menurutnya, langkah tersebut penting agar penanganan ruas-ruas jalan yang rusak dapat segera dilakukan.
Heri menambahkan, pembangunan infrastruktur juga harus memperhatikan aspek pemerataan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh daerah, termasuk wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. Dengan konektivitas yang semakin baik, distribusi hasil pertanian, industri, maupun produk UMKM akan menjadi lebih efisien.
“Pembangunan infrastruktur harus menjangkau seluruh wilayah. Ketika konektivitas meningkat, aktivitas ekonomi masyarakat juga akan tumbuh dan kesenjangan antarwilayah bisa semakin diperkecil,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut politisi Partai Gerindra ini, infrastruktur yang berkualitas bukan hanya mendukung pertumbuhan ekonomi saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan Jawa Tengah.
“Kita ingin infrastruktur di Jawa Tengah benar-benar menjadi pengungkit daya saing daerah. Dengan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan, manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya. (ida)








