DEMAK – Keberadaan minyak goreng yang masih langka di wilayah kecamatan Mranggen, kemarin ditelusuri oleh personel Polsek Mranggen. Petugas yang dipimpin Kapolsek Mranggen, Akp Ahmad Tohari, tersebut melakukan pengecekan di gudang distributor minyak goreng di wilayah tersebut. Namun kenyataannya di lapangan petugas tidak menemukan adanya penimbunan. Bahkan, sejak sepekan, stok minyak goreng mengalami kekosongan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan hingga ke seluruh ruangan serta mengecek tumpukan barang di sudut-sudut gudang. Hal ini untuk memastikan tidak ada minyak goreng yang ditimbun. Kapolsek Mranggen, Akp Ahmad Tohari, mengatakan, pengecekan ini dilakukan untuk menanggapi kelangkaan minyak goreng yang terjadi.
“Dari pengecekan yang Kami lakukan di gudang di wilayah Desa Kalitengah, Kami tidak menemukan adanya penimbunan, bahkan hari ini stok minyak goreng di gudang ini kosong,” ujar Kapolsek.
Kepada petugas yang memeriksa, Kepala Gudang, Rudi Darmadi, menjelaskan bahwa, pengiriman minyak goreng terakhir dilakukan dua pekan yang lalu dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
“Sudah sepekan ini minyak goreng di gudang kami mengalami stok kosong, dan belum ada pengiriman dari Gresik lagi. Sejak hari rabu, terakhir kita ada stok 200 karton, kemudian kita distribusikan di wilayah Semarang – Demak,” jelas Rudi.
Kapolsek menghimbau, masyarakat dapat memberikan informasi jika ada penimbunan minyak goreng.
“Kalau ada penimbunan, tolong informasikan ke polsek. Kami akan tindak secara hukum,” pungkas Akp Tohari.
Sementara itu, pengecekan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan, sesuai perintah Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (*)









