DEMAK – Seiring meredanya pandemi covid-19, sejumlah kegiatan massal secara bertahap pun mulai diijinkan pelaksanannya. Di antaranya adalah tradisi Syawalan Demak, yang telah dua tahun ini diijinkan penyelenggaraannya dengan sejumlah pembatasan sebagaimana standar protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya diikuti sejumlah kapal dan perahu nelayan, Syawalan Demak di Pantai Moro Kecamatan Bonang pada 2022 sedikit banyak mulai dipadati masyarakat. Karenanya menjadikan panitia penyelenggara meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk di antaranya Satpol PP, Polres dan Pos TNI AL Demak demi menjaga keamanan dan lancarnya prosesi sedekah laut itu.
Hadir dalam tradisi Syawalan Demak gelaran nelayan tridesa di Bonang yakni Desa Margolinduk, Purworejo dan Morodemak itu Wabup KH Ali Makhsun, Kepala Dinlutan Kabupaten Demak Fathkhurohman, Sekretaris Dinparta Kurnia Zauharoh serta Camat Bonang Haris M Ridwan. Di dampingi tokoh agama dan tokoh masyarakat tridesa.
Peltu Radisan selaku Pimpinan Pos TNI AL Demak menuturkan, sehubungan diselenggarakan di lepas pantai Morodemak Bonang maka menjadi tanggungjawab institusinya untuk turut serta mengamankan jalannya tradisi sedekah laut itu. Pos TNI AL (Posal) Demak adalah jajaran pos TNI AL dibawah pangkalan TNI AL ( Lanal ) Semarang yang berada di Kabupaten Demak.
”Sebagai pembinaan potensi maritim di Kabupaten Demak, Posal Demak berupaya bersinergi dengan unsur TNI lainnya dan Polri untuk mensukseskan kegiatan Pemda, seperti tradisi Syawalan Demak,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menambahkan, tidak menutup kemungkinan momen Syawalan dimanfaatkan pelaku kejahatan. “Karena itu, segenap jajaran Polres Demak berupaya meningkatkan pengamanan dan pengawasan di seluruh objek wisata,” kata kapolres.
Termasuk mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan diri, demi terwujudnya kamtibmas. Di samping pula tetap melaksanakan standar prokes pencegahan covid-19, karena Syawalan Demak berlangsung di (masih) masa pandemi.
“Tak lupa pula kami ingatkan, kepada para wisatawan pengawasan melekat orang tua terhadap anak sangat penting. Jangan sampai euforia saat berwisata kemudian melupakan anak tidak dalam pengawasan,” tegas Kapolres Budi Adhy Buono. (*)









