DEMAK – Program Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang perbengkelan sepeda motor yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) resmi ditutup, Jumat (19/12). Penutupan program dirangkaikan dengan penyerahan bantuan stimulan peralatan usaha kepada 30 peserta di Kabupaten Demak.
Muhamad Dimy dari LKP Dimy Motor menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa peralatan bengkel seperti kompresor, alat servis injeksi, scanner, serta berbagai peralatan tangan lainnya. Nilai bantuan yang diterima peserta mencapai sekitar Rp8 juta per orang.
“Program ini bertujuan memberikan kecakapan wirausaha di bidang perbengkelan sepeda motor agar peserta siap membuka usaha mandiri,” ujarnya.
Program pelatihan dilaksanakan selama kurang lebih 70 hari dengan total 350 jam pelajaran, ditambah evaluasi selama tiga hari. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Dinas yang diwakili Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal. Orang tua peserta juga dihadirkan untuk memberikan dukungan sekaligus ikut mengawasi keberlanjutan usaha para peserta.
Selain itu, kegiatan penutupan turut melibatkan berbagai mitra, antara lain Ketua Forum UMKM, perwakilan Gerakan Kewirausahaan Nasional Wilayah Jawa Tengah, lembaga permodalan, serta platform perbankan digital. Para mitra tersebut juga terlibat sebagai narasumber pelatihan nonteknis.
“Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga materi karakter kewirausahaan, pemasaran offline dan online, pendampingan legalitas usaha, hingga pengenalan akses permodalan,” jelasnya.
Program PKW ini telah berjalan sejak tahun 2017 dengan berbagai skema dan jenjang, mulai dari silver, gold, hingga platinum. Sejak 2021, lembaga pelaksana dipercaya menjalankan program PKW Platinum secara rutin setiap tahun, dengan jumlah peserta rata-rata 30–40 orang, menyesuaikan kuota nasional.
Seluruh biaya pelatihan bersumber dari pemerintah dan diberikan secara gratis kepada peserta, dengan anggaran sekitar Rp15 juta per orang yang dialokasikan untuk pelatihan dan bantuan peralatan usaha.
Berdasarkan hasil evaluasi, mayoritas lulusan program berhasil menjalankan usaha mandiri. Rata-rata pendapatan bersih alumni dalam tiga tahun terakhir berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per bulan, bahkan beberapa di antaranya mampu mencatat omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.
“Harapan kami, program ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang karena manfaatnya sangat besar dalam mencetak wirausaha baru di bidang otomotif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)









