Ungaran – Gelanggang Olahraga (GOR) Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, tampak membludak dipenuhi oleh ribuan atlet, pelatih, dan penonton. Penuh sesaknya tribun timur dan barat GOR ini merupakan imbas dari antusiasme luar biasa dalam ajang Palagan Open Taekwondo Championship 2026 Seri 4 tingkat Jawa-Bali yang diselenggarakan pada pertengahan bulan ini.
Rangkaian acara yang merupakan agenda rutin dua tahunan ini telah dimulai sejak Jumat (13/2/2026) dengan agenda Technical Meeting, penimbangan atlet, serta pemberkasan di Gedung PGRI dan GOR Tennis Indoor Wujil. Sementara itu, pertandingan utama berlangsung sengit selama dua hari pada Sabtu hingga Minggu (14-15/2/2026).
Diikuti Ribuan Peserta dan Terapkan Digitalisasi Penuh
Kejuaraan kali ini berhasil mencatatkan angka partisipasi yang fantastis. Sebanyak 1.510 peserta yang berasal dari 104 klub se-Jawa Tengah dan DIY turut ambil bagian. Lengkapnya kelompok usia yang dibuka—mulai dari Pra-Cadet, Cadet, Junior, hingga Senior—membuat kompetisi ini sukses menarik minat banyak pihak.
Menariknya, panitia penyelenggara telah menerapkan sistem digital management data secara menyeluruh untuk memastikan acara berjalan lancar dan efisien.
”Dengan bantuan IT, proses manajemen data terhindar dari kesalahan dan mempercepat kerja panitia, mulai dari cetak ID card, penyusunan bagan, hingga pencetakan piagam mandiri. Antrean partai pun kami buat secara online real-time sehingga peserta tahu kapan harus masuk ke inspection desk dan tidak terjadi penumpukan,” ungkap Deddi Fajar, salah satu panitia penyelenggara.
Deddi juga menambahkan bahwa sistem ini memungkinkan peserta untuk merevisi data berat badan secara mandiri secara online tanpa harus bergantung pada panitia saat masa pendaftaran.
Sistem Pertandingan Profesional dan Pengawasan Ketat
Dalam kejuaraan ini, seluruh kelas berat badan di setiap kelompok usia terisi penuh. Hal ini menjadi angin segar bagi pencarian bibit-bibit atlet berprestasi, khususnya di Jawa Tengah.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia penyelenggara yang dikoordinasikan oleh Indra Ari, Dhani Prasetya, dan Deddi Fajar, mengerahkan 45 wasit daerah dan nasional bersertifikasi. Mereka bertugas memastikan regulasi berjalan jujur dan adil.
Fakta Seputar Pertandingan Palagan Open 2026:
Sistem Penilaian: Menggunakan Protector Scoring System (PSS) untuk kelas Prestasi dan Digital Scoring System (DSS) untuk kelas Pemula (selain prestasi).
Kategori Lomba: Meliputi pertarungan (Kyorugi) dan jurus (Poomsae), baik Individu, Pair, maupun Beregu.
Tim Medis: Ditangani langsung oleh Tim Medis Kesdam IV/Diponegoro. Pada hari pertama, tercatat zero evacuation (tidak ada cedera berat yang mengharuskan rujukan ke rumah sakit).
Persaingan di kelas prestasi terpantau sangat ketat mengingat para peserta memiliki jam terbang tinggi. Sorak-sorai penonton dan dukungan dari masing-masing tim terus menggema saling bersahutan di dalam GOR.
Pada kategori Poomsae Beregu Putri kelompok usia Junior, medali emas berhasil disabet oleh Tim Kabupaten Semarang yang diperkuat oleh trio atlet berbakat: Sekar, Ghaitsa, dan Azzalia.
Daftar Juara Umum: Tim Kabupaten Semarang Berjaya
Ketatnya persaingan selama dua hari akhirnya membuahkan hasil. Tuan rumah membuktikan kualitasnya dengan menduduki peringkat puncak klasemen perolehan medali. Berikut adalah daftar peraih Juara Umum pada Palagan Open Taekwondo Championship 2026 Seri 4:
Nama Tim / Klub 🥇 Emas 🥈 Perak 🥉 Perunggu
Juara Umum 1 Team Kab. Semarang 7 5 2
Juara Umum 2 LSG Academy Kota Semarang 5 4 6
Juara Umum 3 DNS Academy Kota Semarang 4 6 6
Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Inosensius Ebertus Iku Laka, S.H, M.M.
Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas upaya penyelenggara dalam menggalang bibit-bibit atlet Taekwondo potensial. Ia juga berpesan agar semua pihak terus membesarkan Taekwondo, yang saat ini menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di daerah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (15/2) siang, kepadatan di kompleks GOR Pandanaran Wujil masih sangat terasa, dengan kantong-kantong parkir yang dipenuhi kendaraan para kontingen dan pendukung yang merayakan kemenangan tim mereka.(*)









