JATENGUPDATE.NET SEMARANG – Kader DPC Partai Gerindra Kota Semarang turun langsung ke lapangan melaksanakan kerja bakti resik-resik kali di Sungai Sambiroto, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Minggu (15/2/2026) pagi.
Aksi bersih-bersih sungai ini menjadi wujud nyata implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagaimana instruksi Presiden Prabowo Subianto sekaligus memperingati HUT ke-18 Partai Gerindra.
Kegiatan yang dipusatkan di aliran Sungai Sambiroto tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat. Selain kader Gerindra, tampak warga setempat, unsur TNI/Polri, pihak kelurahan dan kecamatan, hingga lembaga sosial bergotong-royong membersihkan sungai dari tumpukan sampah.
Aksi lingkungan ini juga mendapatkan dukungan dari Pemkot Semarang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Permukiman, serta Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.
Sejak pagi, para kader dan warga berbaur tanpa sekat. Mereka mengangkat sampah plastik, ranting pohon, hingga endapan lumpur yang menghambat aliran air. Bahkan alat berat turut diturunkan untuk mengeruk dan mengangkut sampah dalam jumlah besar agar aliran sungai kembali lancar.
Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terkait pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.
“Ini adalah bentuk eksekusi nyata dari arahan Bapak Presiden Prabowo. Kami sebagai kader wajib menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Gerakan ini bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi konkret,” ujar dia di sela kegiatan.
Menurutnya, sungai yang bersih dari sampah tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat dan indah, tetapi juga memiliki dampak besar dalam mitigasi bencana. Aliran air yang lancar akan mengurangi potensi banjir di wilayah hilir.
“Kita tahu bahwa Semarang salah satu daerah yang rawan banjir. Dengan membersihkan sungai, kita turut berkontribusi dalam mitigasi bencana, terutama saat musim hujan,” bebernya.
Joko juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, menyampaikan, kegiatan resik-resik sungai ini tidak akan berhenti sampai hari ini. Kegiatan serupa akan digelar secara rutin setiap pekan dengan melibatkan kader partai dan unsur masyarakat, sebagaimana arahan Presiden Prabowo.
“Kami akan jadwalkan minimal sepekan sekali di titik-titik yang membutuhkan perhatian. Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi budaya, bukan kegiatan seremonial,” kata Tunjung.
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini juga mendorong Pemkot Semarang untuk menyusun program kerja yang berisi tindaklanjut Gerakan Indonesia ASRI sebagai bagian dari program nasional.
Melalui kegiatan ini, DPC Gerindra Kota Semarang berharap semangat gotong-royong semakin tumbuh dan menjadi gerakan kolektif. Resik-resik Sungai Sambiroto bukan hanya simbol peringatan HUT ke-18 Gerindra, tetapi juga penegasan komitmen bahwa politik harus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. (ida)









