DEMAK – Program pengembangan kapasitas bagi nelayan merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Demak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya di wilayah pesisir.
“Ini sangat penting, mengingat perikanan dan kelautan merupakan salah satu lapangan usaha terbesar yang mendukung perekonomian Kabupaten Demak,” ujar bupati Demak Eistianah usai menyerahkan bantuan dan membuka pengembangan kapasitas nelayan kecil di Dinlutkan. Selasa (28/5).
Menurut Eisti, lebih dari 15.000 nelayan Demak menggantungkan hidupnya dari hasil melaut. Namun tidak bisa kita pungkiri, bahwa nelayan kecil seringkali menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi teknologi, pengetahuan, maupun akses terhadap pasar dan permodalan.
“Oleh karena itu, program pengembangan kapasitas ini sangat penting untuk memberikan bekal bagi para nelayan, utamanya untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan sekaligus untuk bekal pengetahuan terkait keselamatan dan kesehatan kerja para nelayan. Ini tadi kita serahkan mesin, cool box dan alat pengering serta asuransi untuk nelayan di wilayah Sayung, Bonang dan Wedung,” ujarnya didampingi Kepala Dinlutkan Nanang Tasunar serta camat Wedung Mulyanto.
“Maka dari itulah, menjadi harapan bersama dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan para nelayan di Kabupaten Demak dapat menguasai teknik penangkapan ikan yang lebih efektif dan ramah lingkungan, serta memahami pentingnya konservasi sumber daya laut,” jelasnya.
Ditegaskan Bupati, Pemerintah Kabupaten Demak akan selalu memberikan dukungan kepada nelayan kecil, tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga melalui berbagai kebijakan yang pro-nelayan. Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan sektor perikanan dan kelautan di daerah kita.
Sementara itu Nanang Tasunar mengatakan bahwa untuk wilayah Betahwalang ada satu wilayah perairan yang dikhususkan untuk budidaya kepiting dimana wilayah ini tidak boleh dimasuki alat tangkap apapun.
“Tempat ini merupakan tempat pemijahan kepiting lokasi konservasi dengan luas 10 hektar dan juga lokasi penelitian Undip,” pungkasnya. (*)









