DEMAK – Hadapi banjir besar yang melanda Demak dalam sepekan ini, Pemkab Demak kemarin melakukan rapat koordinasi dengan BNPB. Dalam kesempatan itu Bupati Demak Eistianah mengatakan kepada kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, kehadiran BNPB menjadi support system, dan penyemangat bagi kami Pemerintah Kabupaten Demak, terutama dalam menyikapi musibah banjir yang saat ini melanda sebagian wilayah di Kabupaten Demak.
“Kami informasikan beberapa tanggul di sungai Wulan tidak mampu menahan derasnya aliran air dari hulu, sehingga mengakibatkan tanggul jebol di beberapa titik. Akibatnya 38 (tiga puluh delapan) desa di 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Demak terdampak banjir. Terdampak banjir paling parah terdapat di Kecamatan Karanganyar dengan ketinggian air mencapai atap rumah warga. Dari data per 11 Februari 2024, kami laporkan bahwa total warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak mencapai 19.998 keluarga atau 75.667 jiwa,” terang Bupati.
“Sedangkan warga yang mengungsi mencapai 21.197 orang yang tersebar di 49 tempat di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Demak dan 10 (sepuluh) tempat di Kabupaten Kudus. Kemungkinan angka akan terus bertambah, mengingat sampai hari ini banjir masih belum surut,” imbuh Bupati kemudian.
Menurutnya Pemkab bersama BPBD, relawan dan tim gabungan telah melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir. Mereka sudah kerahkan semua perahu karet baik yang bermesin dan tidak bermesin. Terkait proses evakuasi, hanya bisa dilakukan dengan perahu karet, karena truk evakuasi sudah tidak mampu melakukan evakuasi, karena ketinggian air yang mencapai 2 meter.
“Selain itu, kami juga berkoordinasi dan meminta bantuan dari BPBD provinsi, Kudus dan Jepara dalam proses evakuasi. Setelah proses evakuasi, kami menyiapkan posko pengungsian, posko layanan kesehatan dan juga dapur umum (DU),” ujarnya.
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa bencana yang terjadi di awal tahun ini terjadi karena cuaca, yang memang berada pada saat musim hujan. (*)









