JATENGUPDATE.NET SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong penguatan industri kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal sebagai salah satu strategi meningkatkan perekonomian daerah. Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Jawa Tengah merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Heri saat menjadi narasumber dalam kegiatan FGD bertema “Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Kearifan Lokal” yang digelar DPRD Jateng di Kabupaten Temanggung.
Menurut Heri, setiap daerah di Jawa Tengah memiliki keunikan budaya, tradisi, seni, hingga produk kerajinan yang dapat dikembangkan menjadi industri kreatif. Potensi tersebut perlu terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperluas peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Budaya bukan hanya warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, industri kreatif berbasis budaya perlu terus diperkuat agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan industri kreatif harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, produk-produk kreatif lokal dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, Heri menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan.
“Pengembangan industri kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi berbagai pihak agar pelaku usaha mampu berkembang, berinovasi, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar,” kata politikus Partai Gerindra tersebut.
Menurut Heri, promosi produk lokal juga perlu diperkuat melalui berbagai pameran, festival budaya, hingga pemanfaatan platform digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas akses pemasaran bagi pelaku industri kreatif.
Ia menambahkan, keberadaan industri kreatif juga dapat menjadi penopang sektor pariwisata. Wisatawan tidak hanya datang menikmati destinasi, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui produk budaya, kuliner, seni pertunjukan, maupun kerajinan khas daerah.
“Ketika budaya, pariwisata, dan industri kreatif saling terhubung, maka dampak ekonominya akan semakin besar. Masyarakat menjadi pelaku utama yang merasakan manfaat dari berkembangnya sektor tersebut,” jelasnya.
Heri berharap forum diskusi tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan untuk memperkuat industri kreatif berbasis kearifan lokal di Jawa Tengah. Menurutnya, menjaga budaya sekaligus mengembangkannya menjadi kekuatan ekonomi merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kita harus memastikan budaya lokal tetap lestari sekaligus mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Dengan inovasi dan kolaborasi, industri kreatif berbasis budaya akan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (ida)








