DEMAK – Dari Jalan Kyai Turmudzi Kabupaten Demak sayup-sayup terdengar pukulan gendang, tepukan genjring yang menyertai kumandang syair-syair keagamaan. Semakin dekat, suara alat musik yang lebih dikenal dengan rebana itu ternyata bersumber dari Aula KPU Kabupaten Demak. Ya, benar saja. KPU Kabupaten Demak pada Jumat (25/2) sedang menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad serta Khataman Al Qur’an. Nuansa religi di Aula kantor tersebut sangat kental dan kekhidmatan acaranya pun sangat terasa.
Acara diikuti oleh seluruh komisioner, sekretaris, kasubbag, serta jajaran sekretariat KPu Kabupaten Demak. Pada kegiatan tersebut diisi dengan tahlil, pembacaan maulid dengan diiringi rebana serta sambutan sekaligus mauidlhoh khasanah dari Ketua KPU Kabupaten Demak.
Ketua KPU Kabupaten Demak Bambang Setya Budi menyampaikan, Khataman Al Qur’an merupakan kegiatan rutin bulanan yang diselenggarakan KPU Kabupaten Demak. Pada khataman kali ini memang cukup berbeda karena dibarengkan dengan peringatan Isra’ Mi’raj. Terkait khataman sendiri merupakan bagian dari kegiatan pembinaan pegawai dan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan reformasi birokrasi.
Dalam mauidhloh hasananya Bambang menyampaikan, Isra’ Mi’raj merupakan sebuah peristiwa perjalanan agung naiknya Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha yang merupakan sebuah ruang tak tersentuh manusia untuk mendapatkan perintah salat dari Allah SWT. Dalam perjalanan tersebut Nabi Muhammad bertemu dengan banyak nabi dan mendapatkan banyak sekali pesan dari para nabi untuk penyebaran Islam kepada umat muslim.
“Kita sebagai umat wajib menjalankan salat 5 waktu. Lima waktu bukanlah waktu yang jumlahnya banyak. Coba kita bayangkan seandainya kita harus melaksanakan solat wajib 50 waktu. Tentu itu akan terasa sangat berat, karena sebagai manusia kita juga harus bekerja. Karena itu, mari kita kerjakan kewajiban kita sebagai umat Islam untuk melaksanakan solat 5 waktu, karena banyak hidayah yang akan kita terima,” kata Bambang.
Peringatan isra’ mi’raj, lanjut Bambang, juga dapat kita maknai dengan menjalankan amar ma’ruf nahi munkar yaitu melaksanakan hal yang baik dan menjauhi kejahatan. Banyak hal tentunya yang dapat kita lakukan. Seperti melaksankan kodrat kita sebagai makhluk sosial yaitu dengan menjaga hubungan baik dengan sesame. Baik itu rekan kerja, tetangga, kerabat maupun orang yang tidak kita kenal. Selain itu, kita juga sangat perlu memberikan perhatian kepada orang tua. Perhatian kecil dari kita tentu saja sangat bermakna buat orang tua kita.
“Misalnya kita memberikan sesuatu kepada orang tua kita tanpa kita minta. Kalau mau memberikan sesuatu jangan ditanya pengin apa. Karena orang tua pasti tidak mau merepotkan anaknya. Sudah saaynya kita membalas kebaikan orang tua kita dan memberikan yang terbaik untuk mereka,” pesannya.(*)










