DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinperkim) kembali menyalurkan Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (BP-RTLH) Tahap II Tahun Anggaran 2025. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemkab dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu.
Pada tahap kedua, bantuan menyasar 44 penerima manfaat yang tersebar di 37 desa dan 5 kecamatan, yakni Kecamatan Guntur, Karangawen, Karangtengah, Mranggen, serta Sayung. Masing-masing penerima mendapatkan dana stimulan senilai Rp15 juta untuk memperbaiki rumah mereka.
Bupati Demak Eisti’anah yang hadir dalam acara penyerahan bantuan di Balai Desa Sidokumpul, Kecamatan Guntur, Senin (28/7/2025), menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk hak atas tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.
“Saya berharap bantuan ini dapat digunakan secara tepat dan bijak, sehingga perbaikan rumah berjalan lancar dan hasilnya betul-betul memberikan kenyamanan bagi penerima manfaat,” ujar Bupati.
Eisti juga menekankan pentingnya transparansi, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program ini. Ia mengajak semua pihak, mulai perangkat daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat, untuk turut mengawasi dan mendukung jalannya bantuan.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa nilai gotong royong tetap menjadi kunci dalam proses pembangunan.
“Bantuan dari pemerintah akan lebih bermakna jika ditopang semangat saling membantu antarwarga. Semoga ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik, sehat, dan sejahtera bagi penerima bantuan,” tuturnya.
Plt. Kepala Dinperkim Demak, Nanang Tasunar, menambahkan bahwa program BP-RTLH merupakan langkah strategis untuk menurunkan angka kemiskinan, menciptakan rumah sehat dan bersih, serta menumbuhkan kepedulian dan kegotongroyongan masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas hidup warga melalui hunian yang layak, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan,” jelasnya.
Dengan program ini, Pemkab Demak berharap masyarakat kurang mampu dapat merasakan manfaat nyata, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun desa yang lebih baik.(*)









