• Tentang Kami
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Media Saiber
  • Disclaimer
Selasa, Januari 27, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Jateng Update
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • OLAH RAGA
  • POLITIK
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • OLAH RAGA
  • POLITIK
No Result
View All Result
Jateng Update
No Result
View All Result
Home DAERAH

Wahid Abdulrahman Teliti Santri Antarkan Raih Doktor di Jerman

by Photo
Selasa, 04 Mar 2025
in DAERAH
0
Wahid Abdulrahman Teliti Santri Antarkan Raih Doktor di Jerman
Share on FacebookShare on Twitter

 

SEMARANG – Eksistensi Jaringan Santri menjadi fenonema menarik di Indonesia. Tidak saja atas peran besarnya di pemilu ketika mampu menjadi mesin pemenangan yang efektif. Namun juga kemampuannya dalam membangun keberlanjutan (continuity) dan pengaruh kebijakan paska pemilu.

Fenomena inilah yang menjadi salah satu temuan penting dari disertasi Wahid Abdulrahman, seorang kandidiat doktor ilmu politik di Southeast Asian Studies Goethe University Frankfurt Germany. Dari penelitian santri, Wahid mengangkat tema disertasi dengan judul “The Santri Networks and The Islamic Political Turn in Indonesia”. Disertasi tersebut lolos uji 5 Profesor di Jerman, pada 19 Februari 2025.

Penelitian jaringan santri dan peranya dalam politik itulah yang mengantarkan Wahid menjadi doktor. Kini, nama lengkapnya Dr. Wahid Abdulrahman, S.IP., M.SI., Ph.D.

“Sejak Pilgub 2018, Pilpres 2019, pandemic Covid, hingga Pemilu 2024, jaringan santri mampu eksis dan memiliki peran vital,” kata dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP Undip Semarang itu, Senin, 24 Februari 2025 di Semarang.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Wahid Abdulrahman sejak November 2020 hingga Februari 2024. Setelah Pemilu berakhir sebagai syarat penyelesaian program doctoral di Southeast Asian Studies Goethe University Frankfurt Germany. Dengan mengambil dua studi kasus jaringan santri yang masif, yakni Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan Santri Gayeng Nusantara (SGN).

Kata pengamat politik muda yang sedang naik daun yang berhasil. Pada 2019, JKSN tidak saja berkembang di Indonesia. Tetapi juga di sejumlah negara seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, Mesir, dan Arab Saudi. JKSN menjadi salah satu kunci penting kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, dan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Sementara SGN meski baru berkembang di Jawa Tengah, jaringan ini memiliki kekuatan pada konsistensi gerakan dengan ikatan kuat antara santri dengan kiai. Dan secara khusus diperkuat dengan ikatan pesantren.

“Di pemilihan gubernur 2018, pemilihan presiden 2019, dan pemilu 2024, kedua jaringan santri tersebut memiliki peran penting dalam mobilisasi, kampanye, dan pendanaan untuk mendukung kandidat,” imbuhnya.

Secara praktis, eksistensi jaringan santri memberikan manfaat tidak saja bagi santri dan pesantren. Namun juga bagi organisasi keagamaan, organisasi alumni pesantren, kandidat dalam pemilu, pemerintah, dan penyelenggara pemilu.

Bagi organisasi keagamaan, jaringan santri adalah kanal politik yang dapat digunakan untuk menyalurkan aspirasinya sekaligus memperjuangkan kandidat yang diusung. Sementara mereka masih bisa menjaga independensinya sebagai organisasi sosial keagamaan.

Jaringan santri, jelas Wahid, akan menjadi salah satu penentu kualitas demokrasi di Indonesia. Melalui semangat kesukarelaan (volunteerism) jaringan santri menunjukkan fenomena yang kontras dengan politik uang (money politics).

“Ketika perilaku pemilih banyak dipengaruhi oleh politik uang, sebaliknya melalui jaringan, para santri justri berkorban secara materi, pikiran, dan tenaga dalam pemilu.”

Dia menambahkan, dalam perspektif relasi antara Islam dan demokrasi, penelitian ini semakin memperkuat gagasan bahwa Islam di Indonesia kompatibel dengan demokrasi. Bahkan keduanya saling memperkuat.

Santri di Indonesia adalah Muslim Demokrat yang memiliki komitmen terhadap demokrasi. Kebangkitan Islam Politik (The Islamic Political Turn) yang terjadi sejak 2016 menempatkan santri pada posisi politik yang semakin strategis. Tidak saja ketika pemilu (electoral impact), namun juga paska pemilu (policy impact).

“Berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun daerah terbukti memberikan perhatian besar terhadap santri dan pesantren. Hampir semua kementerian dan BUMN memiliki program untuk santri dan pesantren,” jelas pengamat politik yang lagi naik daun ini.

Anggota Tim Transisi gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil gubernur Gus Yasin ini menjelaskan, secara teoritis, penelitian ini membawa kebaruan (novelty) dalam konsep jaringan politik (political network). Jika selama ini jaringan politik lebih banyak ditentukan dan dianalisis melalui tiga konsep: actor sentral (centrality), faktor pembentuk (community), dan hubungan antar aktor (connectivity), maka melalui jaringan santri di Indonesia menunjukkan dimensi budaya (culture) dan keberlanjutan (continuity).

Kata Wahid, budaya santri dan pesantren kuat dalam membentuk model dan cara kerja jaringan. Budaya kolektivitas santri, serta ketaatan santri terhadap kiai dan keluarga pesantren menjadi faktor kuat eksistensi jaringan. Keberlanjutan jaringan ditentukan oleh aktor sentral dan orientasi jaringan.

“Penelitian ini juga semakin memperkuat bukti model mobilisasi dalam pemilu dengan karakter ikatan tradisional (traditional ties), antara followers dan leaders karena tradisi keagamaan sebagaimana diungkapkan oleh Samuel Huntington dan Joan M Nelson,” tutupnya. (*)

Tags: jawa tengahprovinsi Jawa Tengah
ShareTweetShare
Photo

Photo

Next Post
Gus Yasin Puji Tim PKK Provinsi Jawa Tengah Berani Keluar Zona Nyaman

Gus Yasin Puji Tim PKK Provinsi Jawa Tengah Berani Keluar Zona Nyaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

PDI Perjuangan Demak Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan di Karangawen–Jragung

PDI Perjuangan Demak Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan di Karangawen–Jragung

by Photo
Jumat, 23 Jan 2026
0

...

Ketua DPRD Demak Ajak Muslimat NU Perkuat Nilai Sosial Lewat Khotmil Qur’an

Ketua DPRD Demak Ajak Muslimat NU Perkuat Nilai Sosial Lewat Khotmil Qur’an

by Photo
Rabu, 21 Jan 2026
0

...

Wabup Demak Resmikan SPPG Jatisono, Tekankan Kualitas Gizi dan Ketepatan Distribusi MBG

Wabup Demak Resmikan SPPG Jatisono, Tekankan Kualitas Gizi dan Ketepatan Distribusi MBG

by Photo
Kamis, 15 Jan 2026
0

...

H. Fahrudin Bisri Slamet Terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Demak

H. Fahrudin Bisri Slamet Terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Demak

by Photo
Senin, 05 Jan 2026
0

...

Mohammad Saleh: Tahun 2026 Tuntaskan Konsolidasi Hingga Kecamatan & Desa, Pengabdian Masyarakat

Mohammad Saleh: Tahun 2026 Tuntaskan Konsolidasi Hingga Kecamatan & Desa, Pengabdian Masyarakat

by Photo
Kamis, 01 Jan 2026
0

...

Kado Akhir Tahun, Bawaslu Demak Rilis Film Kudu Wani

Kado Akhir Tahun, Bawaslu Demak Rilis Film Kudu Wani

by Photo
Selasa, 30 Des 2025
0

...

Video Warga Desa Demak Jadi Alat Advokasi Sosial, IJTI Muria Raya Angkat Suara Akar Rumput

Video Warga Desa Demak Jadi Alat Advokasi Sosial, IJTI Muria Raya Angkat Suara Akar Rumput

by Photo
Sabtu, 20 Des 2025
0

...

  • Tentang Kami
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Media Saiber
  • Disclaimer

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • OLAH RAGA
  • POLITIK

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In