JATENGUPDATE.NET SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong Duta Generasi Berencana (GenRe) Jawa Tengah agar menjadi pelopor edukasi remaja sekaligus agen pembangunan bangsa. Menurutnya, keberadaan Duta GenRe memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Mohammad Saleh saat menghadiri Puncak Apresiasi Duta Generasi Berencana (Adugenjat) Tahun 2026 yang digelar Perwakilan BKKBN Jawa Tengah di Gedung BPSDM Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Saleh mengatakan remaja saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang berpotensi mengganggu masa depan apabila tidak diantisipasi sejak dini. Mulai dari pernikahan usia anak, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda melalui pendekatan edukasi kepada sesama remaja.
“Duta GenRe harus menjadi pelopor dalam memberikan edukasi kepada teman-teman sebayanya. Mereka adalah representasi anak muda yang diharapkan mampu membawa pesan-pesan positif sekaligus menggerakkan perubahan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Saleh menilai penyampaian pesan oleh kalangan sebaya akan lebih mudah diterima sehingga peran Duta GenRe sangat penting dalam membangun kesadaran remaja untuk merencanakan masa depan secara lebih baik.
Ia berharap para finalis maupun Duta GenRe terpilih tidak hanya berperan sebagai ikon atau simbol, tetapi mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan edukasi di sekolah, kampus, maupun lingkungan masyarakat.
“Yang dibutuhkan bukan hanya sosok yang berprestasi, tetapi juga figur yang mampu menginspirasi, mengedukasi, dan mengajak generasi muda menjauhi berbagai perilaku berisiko,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia remaja. Karena itu, pembinaan generasi muda harus menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Sementara itu, Puncak Apresiasi Duta Generasi Berencana (Adugenjat) Tahun 2026 diselenggarakan untuk melahirkan role model dan spokesperson yang mampu memberikan dampak positif di tengah masyarakat, khususnya dalam mengedukasi ketahanan remaja dan penyiapan kehidupan berkeluarga.
Saleh berharap para Duta GenRe yang terpilih mampu menjalankan peran tersebut secara konsisten sehingga kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya berharap Duta GenRe tidak berhenti setelah ajang ini selesai. Jadilah agen pembangunan yang terus menyebarkan nilai-nilai positif, mengedukasi remaja, dan menjadi teladan dalam menyiapkan generasi Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (ida)








