
DEMAK – Wisata eco green park kini banyak dikembangkan sebagai salah satu cara menggaet atau mendongkrak pariwisata. Berbagai tempat terutama di wilayah pegunungan yang hawanya sejuk banyak dikembangkan sebagai eco green park. Namun siapa sangka jika di wilayah Demak yang merupakan daerah pesisir juga terdapat eco green park. Yang menarik, eco green park ini terdapat di sebuah sekolah dasar atau tepatnya di SD Negeri Ngelowetan Kecamatan Mijen. Sekolah yang berada di perbatasan antara Demak dan Jepara tersebut memiliki sebuah ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan. Didalamnya terdapat aneka tanaman buah, taman edukasi dan area bermain anak-anak serta sebuah green house dengan aneka macam sayur mayur. Sehingga ketika kita berada di sekolah yang beralamat di Desa Ngelowetan Kecamatan Mijen tersebut memang benar-benar terasa nyaman dan sejuk, jauh dari polusi.
Kepala Sekolah SD Negeri Ngelowetan, Hartono, S.Pd menerangkan bahwa mereka saat ini sedang melakukan pengambangan sekolah. Diantaranya adalah penataan ruangan yang lebih nyaman, menekankan kebersihan lingkungan, peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar, serta kepedulian terhadap lingkungan sedang menjadi prioritas.
Bahkan saat ini untuk meningkatkan kenyamanan di lingkungan sekolah, mereka tengah menggiatkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
“Bahwa gerakan PBLHS merupakan sebuah aksi yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran diri dan sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan,” terang Hartono kepada awak media.
Menurut Hartono, dalam pelaksanaan gerakan PBLHS ini diterapkan gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, serta pemanfaatan lahan untuk penanaman aneka tanaman. Penerapan gaya hidup sehat dilakukan dengan membuat aturan kepada anak didik untuk tidak jajan sembarangan dan diimbau untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.
“Apabila mereka jajan, diperingatkan untuk tidak dibungkus dalam plastik, namun membawa tempat makanan dan minuman dari rumah. Untuk penerapan pemanfaatan lahan dilakukan dengan membuat taman dengan aneka tanaman bunga, buah, sayur serta tanaman obat. Sedangkan kepedulian lingkungan diterapkan dengan budaya hidup bersih dengan penyiapan tempat sampah di sudut-sudut sekolah yang berpotensi anak-anak membuah sampah sembarangan,” terangnya lebih lanjut.
“Tujuan utama dari gerakan ini sebenarnya adalah untuk mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggungjawab dan upaya pelestarian lingkungan. Di sini, kuncinya adalah pada kesadaran atas rasa empati dan rasa memiliki, sehingga muncul partisipasi dari semua unsur warga sekolah, mulai dari guru, kepala sekolah, dan peserta didik. Peran komite sekolah, wali murid, serta perangkat desa juga melekat, karena keterlibatnnya juga berpengaruh terhadap pencapaian tujuan,” imbuhnya kemudian.
Untuk mencapai semua itu, lanjut Hartono, upaya yang dilakukan sejauh ini adalah melakukan pendekatan secara persuasif dan komunikatif. Karena itu, dalam berbagai kegiatan pihaknya selalu melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik, mulai dengan warga sekolah mapun pihak terkait.
“Selain kenyamanan lingkungan sekolah kami juga sangat memperhatikan upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Bebarapa upaya yang telah dilakukan diantaranya adalah peningkatan kompetensi pengajar, peningkatan dalam pemakaian metode yang sudah ditetapkan, serta peningkatan sarana prasana belajar mengajar,” terangnya.
“Untuk peningkatan sarana prasarana dalam kegiatan belajar mengajar, kami sudah sediakan laboratorium komputer. Dengan tesedianya laboratorium komputer kami harapkan sedari dini anak-anak mampu mengopersikan komputer, sehingga ketika lulus SD mereka sudah tidak gagap. Terlebih mengingat saat ini eranya adalah era digital. Selain itu, perpustakaan sekolah juga kita kelola dengan baik agar meningkatkan minat baca anak, serta menambah pengetahuan mereka. Dengan penataan perpustakaan yang baik kita harapkan anak-anak semakin betah untuk membaca, sehingga pengetahuan dan wawasan mereka juga semakin bertambah,” pungkasnya. Sementara itu, salah satu siswi di sekolah tersebut Parisya Lituhayu Javas mengaku senang dan nyaman dengan tersedianya taman baca, green house serta penerapan hidup sehat dan budaya bersih lingkungan di sekolahnya. “Kita semua menjadi lebih semangat dalam belajar. Saat istirahat pun kita bisa bermain di tempat yang teduh dan nyaman,” ujarnya. (*)








