Demak – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Demak, Mugiyono, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan penanganan dampak abrasi dan rob yang semakin parah di wilayah Kecamatan Sayung. Hal itu disampaikannya saat kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dengan tema Pembangunan Nasional Berkelanjutan Lingkungan yang digelar di hotel Amantis Demak kemarin.
Dalam sambutannya, Mugiyono mengatakan, berbagai program bantuan yang telah disalurkan pemerintah selama ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pendidikan hingga perbaikan rumah tidak layak huni.
“Hari ini kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah kondisi abrasi dan rob di Kecamatan Sayung yang semakin mengkhawatirkan,” kata Mugiyono.
Ia menjelaskan, atas arahan wakil ketua MPR RI Fraksi NasDem, Lestari Moerdijat, pihaknya telah melakukan pendataan menyeluruh di 15 desa di Kecamatan Sayung. Pendataan tersebut mencakup rumah warga yang rusak dan tidak dapat difungsikan, jalan lingkungan yang terdampak rob, fasilitas umum, tempat ibadah, sekolah hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang terganggu.
“Hasil pendataan bersama kepala desa dan perangkat desa telah kami serahkan sebagai bahan perjuangan di tingkat pusat agar penanganan yang dilakukan benar-benar berdasarkan data riil di lapangan,” ujarnya.
Mugiyono mengungkapkan, upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui jalur politik, tetapi juga melibatkan kalangan akademisi dan peneliti. Pihaknya telah menggandeng peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian langsung di kawasan pesisir Sayung.
Dari hasil kajian tersebut, ditemukan bahwa beberapa wilayah mengalami penurunan tanah yang cukup signifikan. Bahkan, menurut hasil penelitian, permukaan tanah di kawasan tersebut terus mengalami penurunan setiap tahun sehingga memperparah dampak rob dan abrasi.
“BRIN akan kembali melakukan penelitian lanjutan untuk menentukan wilayah yang masih bisa diselamatkan melalui teknologi tertentu, termasuk penerapan teknologi biosalin untuk mendukung sektor pertanian di lahan yang terdampak air asin,” jelasnya.
Selain itu, Mugiyono juga mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah ahli terkait pengembangan potensi ekonomi baru bagi masyarakat pesisir yang lahannya tidak lagi memungkinkan untuk pertanian. Salah satu alternatif yang dikaji adalah pengembangan budidaya dan industri berbasis garam serta pemanfaatan sumber daya pesisir lainnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga tengah mendorong penerapan teknologi pengolahan air asin menjadi air yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
“Harapannya, masyarakat yang selama ini terdampak rob tidak hanya mendapatkan bantuan jangka pendek, tetapi juga solusi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.
Mugiyono menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan tersebut akan menjadi bahan perjuangan NasDem di tingkat pusat agar penanganan abrasi, rob, dan penurunan muka tanah di pesisir Demak dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin masyarakat kehilangan harapan. Karena itu seluruh data, hasil penelitian, dan aspirasi warga akan terus kami kawal agar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat,” pungkasnya.(*)









