DEMAK – Kebutuhan pupuk yang semakin meningkat membuat terjadinya kelangkaan pupuk. Maka kehadiran Pabrik Pupuk Kalitengah 2 ini dapat menjawab permasalahan ini. Dengan ketersediaan yang cukup, saya harap tidak ada keluhan petani dalam mendapatkan pupuk. Demikian dijelaskan Bupati Demak Hj dr Eistianah saat meresmikan pabrik pupuk Kalitengah 2 milik PT Saprotan, Kamis (8/12).
“Saya ucapkan selamat atas beroperasinya pabrik pupuk Kalitengah 2. Keberadaan pabrik pupuk ini sangat berperan penting dalam upaya pencapaian swasembada dan kemandirian pangan. Kita ketahui bersama, sarana produksi dalam hal ini pupuk, merupakan salah satu kebutuhan utama dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian,” jelas Bupati.
Bupati mengharapkan dengan adanya pabrik pupuk baru ini, PT. Saprotan Utama semakin maju dan banyak membantu para petani di Kabupaten Demak, salah satunya dengan memberikan solusi bagi pemasalahan kelangkaan pupuk dan pendistribusiannya.
“Saya juga berharap PT. Saprotan Utama mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Demak untuk menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguraan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan merekrut warga sekitar sebagai karyawannya. Adanya pabrik di suatu tempat tentu akan memunculkan usaha-usaha kecil baru sehingga harapannya dapat lebih meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” ujar Bupati kemudian.
Menurutnya yang tidak kalah penting diperhatikan oleh PT Saprotan Utama adalah pengelolaan limbah produksi. Pabrik harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sendiri, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Saya menghimbau agar menjual pupuk dengan harga wajar, tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga tidak memberatkan biaya operasional para petani. Pangsa pasar pupuk di Demak sendiri masih menjanjikan, karena dari 89.743 hektar luas wilayah Kabupaten Demak, 52.761 hektar di antaranya merupakan lahan persawahan,” pungkasnya.
Sementara itu Direktur Operasional PT Saprotan Yuli Yudhistira Wibowo kepada wartawan mengatakan bahwa pabriknya sudah berdiri sejak tahun 1980 atau sudah sejak 42 tahun. Hingga kini dari seluruh pabrik yang ada atau tiga pabrik milik Saprotan sudah menghasilkan 300 ribu ton pupuk per tahunnya, yang terdiri dari NPK 100 ribu ton dan Fertiphos.
“Rencana dua tahun ke depan kami akan membangun pabrik baru di Cabean dengan kapasitas 100 ribu ton, membantu petani dalam ketersediaan pupuk sesuai dengan instruksi presiden. Dalam kegiatan kali ini juga membagikan pupuk gratis kepada para petani sebanyak 50 karung,” terangnya. (*)









