JATENGUPDATE.NET SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong penguatan literasi hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat sebagai langkah strategis untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah.
Hal ini disampaikan Heri dalam diskusi bertema “Literasi Hak Asasi Manusia sebagai Jalan Mengatasi Kekerasan Perempuan dan Anak” di Kabupaten Temanggung. Menurutnya, literasi HAM penting agar masyarakat memahami hak, perlindungan hukum, serta mekanisme pelaporan tindak kekerasan.
Ia menilai peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak. Pencegahan, kata Heri, tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga memerlukan edukasi publik yang masif dan berkelanjutan.
“Literasi HAM perlu terus digalakkan agar masyarakat memahami hak-hak dasar, mengenali bentuk kekerasan, dan berani melapor. Pencegahan paling efektif dimulai dari pengetahuan dan kesadaran,” ujar Heri.
Berdasarkan data DP3AP2KB Jateng, sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat 2.633 korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Angka tersebut meningkat dibandingkan total korban pada 2024 yang mencapai 2.368 orang. Data ini menunjukkan tren peningkatan yang perlu mendapat perhatian serius.
Rincian kasus pada 2025 menunjukkan kekerasan fisik, psikis, dan seksual masih mendominasi, baik pada kelompok perempuan maupun anak, disertai kasus penelantaran, eksploitasi, dan perdagangan manusia.
Heri menilai tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak menjadi sinyal kuat perlunya penguatan edukasi perlindungan diri dan hak anak di lingkungan keluarga, sekolah, serta masyarakat.
“Kami mendorong pemerintah daerah memperluas sosialisasi HAM, memperkuat layanan pengaduan dan pendampingan korban, serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dan lembaga perlindungan perempuan dan anak,” ungkap dia. (ida)








