SEMARANG – SMA Negeri 2 Semarang berhasil meraih juara pertama Festival Band Pelajar sekaligus menerima Piala Walikota Semarang bergilir dalam acara yang digelar bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2023 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Minggu (23/7).
Para pemenang tingkat SMP, Juara 1 diraih oleh SMP 21, Juara 2 SMP Yoanes XXIII, dan Juara 3 adalah SMP Nasima. Untuk tingkat SMA, SMA N 2 menjadi juara 1, Juara 2 SMA PL Don Bosko, dan Juara 3 SMA N 1.
Diketahui festival band tersebut diikuti oleh seluruh pelajar tingkat SMP dan SMA yang ada di Kota Semarang. Tak hanya itu, penentuan juara 1 masing-masing tingkat sekolah tersebut, mereka juga berhak membawa pulang Piala Bergilir Walikota Semarang yang akan dilombakan lagi setiap tahunnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Bintang Puspayoga mengatakan bahwa festival band pelajar ini patut dilanjutkan dan digelar secara berkelanjutan agar dapat menggali kreatifitas anak.
“Bertepatan dengan HAN 2023, tentunya adanya festival band ini dapat menggali potensi para pelajar dalam menciptakan kreatifitas agar terus berkarya dalam bermusik,” ujarnya saat naik keatas panggung memberikan sambutan di sela-sela saat peserta festival band hendak perform.
Pihaknya juga memberikan apreasiasi terhadap Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atas terselenggarannya peringatan HAN 2023 di Semarang ini.
“Ibu Walikota Semarang yang hebat, acara peringatan Hari Anak Nasional kali ini luar biasa. Meriah, semarak dan berhasil memberikan kebahagiaan tidak hanya anak-anak di Semarang tapi anak-anak di seluruh seantero Nusantara ini,” tandasnya.
Sementara, Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan syukur acara peringatan HAN 2023 yang memakan waktu persiapan cukup panjang tersebut akhirnya dapat berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah hari ini bisa sukses semua. Tadi bapak Wakil Presiden beserta ibu juga hadir, beliau juga senang. Memang area Simpang Lima ini kita buat bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan kegiatan ini adalah dari anak, untuk anak, dan oleh anak,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk menerima suara anak Indonesia. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengetahui keinginan anak sehingga hak-hak anak dapat terpenuhi.
“Kita harus bisa menerima suara anak Indonesia, kalau kita di kota Semarang ya, suara anak kota Semarang. Tentu, salah satunya adalah pemenuhan hak-hak anak khususnya di kota Semarang baik di bidang pendidikan, kesehatan, kemudian juga kegiatan-kegiatan yang bisa mendorong anak-anak mendapat hak-haknya. Kita lihat, tadi anak-anak senang dan ramai sekali,” ujar Mbak Ita.
Disisi lain, salah satu peserta Festival Band Pelajar mengaku sangat senang karena kembali diadakannya Festival Band tingkat Pelajar Kota Semarang. “Luar biasa acara ini, Sudah lama banget ga ada semenjak pandemi. Dan semoga acara ini tetap berkelanjutan setiap tahunnya untuk memberikan ruang kepada teman-teman pelajar dalam bermusik,” pungkasnya. (sgt)









